6 Februari 2012 | By: Arry Rahmawan

Think Simple!

Bayangkan, saat ini kita sudah memasuki era kemajuan teknologi yang pesat luar biasa. Konsekuensinya, salah satunya kita dapat mengakses jutaan informasi, data, wawasan, dan pengetahuan hanya dalam hitungan detik! Pesatnya internet, kemudahan menulis, banyaknya literatur membuat kita mudah mencari informasi yang kita inginkan.


Saking banyaknya tu informasi dan pengetahuan, sampe-sampe orang sekarang ga sedikit yang keblinger. Kebanyakan ilmu mungkin ya, hehe... Salah satu ciri orang keblinger ini adalah menjadikan sesuatu yang sederhana menjadi (terlihat) rumit. Mungkin  maksudnya baik, atau ingin terlihat lebih keren, tetapi kan orang juga jadi pusing, hehe..

Inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Saya juga kadang-kadang sering banget 'kejebak' sama hal yang seperti ini lho. Mikir rumit-rumit banget sampe otak rasanya panas banget, gataunya solusinya ecek-ecek. Haha.. Ampuh lagi solusinya! Ya sudahlah, buat pelajaran saja. Nah, ternyata think simple ini merupakan salah satu kunci sukses dalam berbisnis, salah satunya Bong Chandra, itu lho pebisnis muda properti yang sukses. Tidak suka yang rumit-rumit, yang penting masalah beres. Kalo kata Mas Ippho tu ciri otak kanan banget, kreatif dan mampu menyederhanakan pemikiran.


Makanya, cobalah saat ini berlatih menyederhanakan yang rumit. Menyederhanakan hal yang rumit itu lebih banyak membutuhkan kreativitas daripada memperumit sesuatu yang sederhana. Iya toh? Coba buka deh buku-buku literatur, dasar teori, dan semacamnya bisa kita jadikan landasan untuk memperumit persoalan. Tetapi menyederhanakan masalah? Wow, itu lain soal! Kreativitas men!

Oke, para entrepreneur dan pembaca yang budiman,

Pernah dengar cerita seorang presiden yang ga kuat jalan di lantai yang dingin? Ceritanya nih ada presiden suatu negara kaya raya yang ga kuat kalau jalan telanjang kaki di rumah dinasnya karena AC nya kelewat dingin sehingga lantainya dingin sekali. Entah kenapa, sang presiden memerintahkan pelayan rumah untuk menutupi seluruh lantai dengan karpet bulu. Alasannya biar tidak dingin. Tentu saja si pelayan itu tertawa. Tahu kenapa sebabnya? Ya dia pikir, kecilkan saja AC nya! Atau, pake sandal kek! Haha.. Jadilah rumah itu terlanjur digelar karpet bulu.

Ada lagi nih, suatu problem yang cukup pelik di sebuah perusahaan mie instan yang cukup terkenal dan merakyat. Dulu, sewaktu masih memakai mesin model lama yang ga canggih-canggih amat, ada perusahaan mie instan yang sering mendapat komplain dari pelanggannya. Kenapa? Banyak sekali pelanggan yang mendapati di dalam bungkus mie tidak ada bumbunya. Ngenes ga tuh? Masa iya mau makan mie nya doang?

Untuk itu sang direktur beserta seluruh jajarannya manajer membahas hal ini di ruang rapat. Bahkan dijanjikan siapa yang dapat memecahkan persoalan ini akan diberikan kenaikan gaji hingga 2-5 kali lipat! Semua manajer berlomba-lomba memberikan saran terbaik. "Bagaimana kalau kita membeli mesin baru dari Jepang seharga 1 milyar rupiah?", tidak mau ketinggalan, "Bagaimana kalau kita membeli mesin X-Ray biar terlihat bungkus mana yang tidak ada bumbunya? Itu lebih murah, Pak! Dari Jerman hanya Rp500 juta". Sang direktur bingung, keduanya usulan yang bagus dan punya kelebihan dan kekurangan. Tanpa disadari, ternyata seorang Office Boy yang sedang menyajikan minum untuk para peserta rapat, nyeletuk, "Kenapa bumbunya ga ditempel aja Pak di luar bungkusnya?"

Semua manajer melihat si OB itu. Tak disangka ide itu memecahkan dua masalah mendasar: Mengurangi resiko mie yang tidak ada bumbunya, dan mengirit biaya tambahan, bahkan tidak memakan biaya sama sekali. Langsung saja si OB itu diangkat sebagai wakil manajer operasional.

Tahu pabrik apa itu? Ya, itu cuma cerita fiksi karangan saya. Hehe... :), ga mengacu pada pabrik mana pun.

Yah, intinya saat ini saya sedang melatih diri untuk pandai-pandai menyederhanakan masalah yang rumit. Ternyata hal itu sangat bermanfaat sekali dalam hidup. Beneran. Intinya, dalam think simple itu ada think creative! Nah, berpikir kreatif inilah sebenarnya yang penting. Semoga dapat menginspirasi dan menjadikan diri kita lebih kreatif.


Arry Rahmawan, adalah Inspirator CerdasMulia,  Direktur Penerbit Granada, wakil ketua Center for Entrepreneurship Development and Studies Universitas Indonesia, sekaligus praktisi pengembangan SDM. Telah mengantongi ribuan jam terbang sebagai pembicara, motivator, dan konsultan khususnya untuk pelajar dan mahasiswa. Direktur Pengembangan Bisnis Permata CerdasMulia Indonesia ini dapat dihubungi via email di arry.rahmawan@gmail.com atau follow twitternya di @ArryRahmawan

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan Blog Kak Arry sebagai sumbernya