15 Januari 2012 | By: Arry Rahmawan

9 Jurus Rahasia Membawakan Presentasi yang "Tidak Biasa"


Mendapat tugas untuk membawakan presentasi di sekolah atau kampus? Atau berkesempatan untuk memberikan presentasi produk kepada prospek atau klien? Manfaatkan kesempatan presentasi itu bukan cuma hanya sekedar "presentasi", tetapi juga membuat penonton terkesan dan selalu teringat dengan presentasi kita!

Atau ada juga yang masih canggung atau tidak biasa untuk membawakan presentasi? Tenang saja. Artikel kali ini mengupas 9 cara bagaimana menyiapkan presentasi tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara mental. Sebelum memulai, pastikan Anda memberikan checklist (centang) apabila sudah melakukannya. Apabila belum, maka segera lakukan. Semakin banyak centang yang dimiliki, maka semakin besar peluang untuk menghasilkan presentasi yang bagus. Kita mulai! Here We Go!!



1. Kuasai dan Pahami Materi dengan Baik
Ini adalah syarat mutlak untuk dapat membawakan presentasi dengan baik: kuasai materinya! Salah satunya bisa kita lihat dari seberapa sering kita melihat catatan, contekan, atau slidenya. Semakin tidak menguasai materi, maka akan semakin membuat kita mengandalkan "contekan" yang akhirnya penonton akan merasa jenuh dan tidak memahami materi dengan baik. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan membaca berulang kemudian melakukan simulasi tanya jawab terkait dengan materi yang hendak disampaikan. Semakin banyak pertanyaan yang bisa dijawab, maka penguasaan materinya semakin baik.

2. Melakukan Simulasi Presentasi
Presentasi yang dibawakan ini bersifat individu atau kelompok? Keduanya memerlukan simulasi! Cobalah 2 atau 3 hari sebelum presentasi, lakukan simulasi presentasi yang akan dibawakan. Ini sangat bermanfaat untuk mengatur waktu presentasi dan juga berlatih membawakan presentasi agar terbiasa. Jika berkelompok, simulasi ini berguna untuk mengatur transisi pergantian pembawa materi dan juga mengukur waktu masing-masing setiap orang.

3. Perhatikan Slide!!
Dalam membuat slide presentasi, pastikan Anda tidak melakukan copy-paste makalah atau materi dari internet bulat-bulat. Slide yang baik hanya berisikan kata-kata kunci, yang kemudian dijelaskan oleh si presenter dengan cara yang menarik. Berikanlah penekanan terhadap kata-kata kunci, bisa ukuran hurufnya diperbesar, diberi warna yang berbeda, atau diberi garis bawah. Gunakan gambar, grafik, atau chart yang relevan dan menarik. Pastikan ukuran font minimal 20 - 22. Kalau semua isi makalah atau dokumen itu dimasukkan slide, suruh saja si penonton membaca slide dan Anda tidak perlu memberikan presentasi.

4. Membuat Konsep yang "Beda"
Apa yang biasanya ada pada sebuah presentasi standar? Presenter menjelaskan isi dari slide powerpointnya dengan menggunakan LCD, kan? Nah, cobalah membuat suatu konsep berbeda. Saya sering atau pernah memberikan tambahan ada simulasi drama, games, kuis cepat-tepat, dan membuat animasi atau video terkait dengan materi agar penonton lebih mudah menangkap materi. Maka dari itu saya dan kelompok seringkali mendapat pujian karena menampilkan presentasi yang 'beda.'

5. Membuat Backup Data Slide
Tidak lucu kalau H-1 presentasi komputer Anda terkena virus dan semua data Anda hilang dan Anda tidak jadi presentasi! Maka dari itu copy materi presentasi Anda di flashdisk, atau simpan di alamat e-mail Anda. Jadi kalau suatu waktu Anda kehilangan data slide presentasi, Anda bisa mengambilnya secara online.

6. Perhatikan Gerak Tubuh dan Ekspresi
Jadilah presenter yang atraktif dan ekspresif. Jangan hanya sekedar membacakan teks yang ada di slide Anda. Keluarkan ekspresi dan gerakan-gerakan menarik yang bisa menarik perhatian penonton. Jangan hanya menjadi seperti patung. Untuk mempersiapkannya, Anda bisa berlatih di depan cermin untuk melihat bagaimana ekspresi  dan bahasa tubuh Anda saat membawakan presentasi. Ingat untuk tersenyum dan menularkan energi yang positif.

7. Perhatikan Kontak Mata
Nah, perhatikan kepada siapa Anda membawakan presentasi. Pertahankan kontak mata terhadap penonton. Kalau melibatkan dosen/guru dan juga teman, maka tataplah secara bergantian. Kalau memang Anda grogi, Anda bisa menatap dahi teman atau guru Anda. Untuk melatihnya sebelum presentasi, Anda bisa meminta teman Anda untuk menjadi pendengar dan pertahankan kontak mata saat membawakan presentasi kepadanya.

8. Membuat Visualisasi Positif
Semua materi, slide, dan teknis persiapan sudah oke. Saatnya membangun sebuah mental yang positif. Banyak orang menjadi takut atau grogi saat presentasi karena berpikir 'bagaimana kalau presentasi saya jelek?', 'bagaimana kalau nanti saya ditertawakan?'. Padahal kita bisa memilih untuk berpikir sebaliknya. Mengapa kita tidak berpikir bahwa, 'bagaimana jika besok presentasi kita sukses?', bayangkan kemeriahan dan decak kagu9 Jurusm penonton karena pembawaan presentasi Anda. Inilah apa yang suka saya sebut sebagai, "Sukses presentasi dengan kekuatan pikiran."

9. Kenali Tempat, Alat, dan Penontonnya
Adakalanya sebagai profesional, kita diminta untuk memberikan presentasi, seminar, atau pelatihan kepada orang yang belum kita kenal dan di tempat yang belum pernah kita datangi. Jika seperti ini, maka cobalah untuk melakukan survey siapa penontonnya (bisa berupa gender, usia, atau latar belakang pendidikan), berapa banyak jumlahnya, dan bagaimana bentuk tempatnya. Syukur-syukur jika bisa survey ke tempatnya langsung. Pastikan juga ada fasilitas LCD untuk menampilkan slide presentasi dan soundsystem (jika dibutuhkan) agar Anda lebih siap,

Itulah 9 kiat bagaimana membawakan presentasi yang "tidak biasa". Centang apabila Anda sudah melakukannya. Jika belum, silakan lakukan agar Anda bisa lebih siap dalam memberikan presentasi yang menarik dan memukau. Salam hebat dan sukses untuk Anda!



Arry Rahmawan, adalah presiden direktur Penerbit Andalusia Media Cendekia, wakil ketua Center for Entrepreneurship Development and Studies Universitas Indonesia, sekaligus praktisi pengembangan SDM. Telah mengantongi ribuan jam terbang sebagai pembicara dan saat ini menjadi trainer plus motivator untuk pelajar dan mahasiswa di PT. Sinergi Fitrah 2201. Pendiri de' Rahmawan Group dan Rahmawan Foundation yang bergerak dalam pengembangan pendidikan generasi muda ini dapat dihubungi melalui email ke arry.rahmawan@gmail.com atau follow twitternya di @arry2201