7 Maret 2012 | By: Arry Rahmawan

30 Menit Meningkatkan Karisma Diri

Coretan kali ini dibuat Kak Arry hasil diskusi dengan seorang adik kelas yang bertanya tentang bagaimana caranya meningkatkan karisma diri. Sempet kaget sebenernya, karena merasa diri ini jauh dari karismatik. Tetapi menurut adik kelas saya itu, saya cukup memiliki 'aura karismatik' yang kadangkala mampu untuk 'menggiring' seseorang dan membuat orang lain respek. Entah benar atau tidak, tetapi saya hanya mencoba menjawab bagaimana mengembangkan karisma diri yang biasa Kak Arry pakai.

Beberapa cara ini sudah tidak asing lagi ditemukan di buku-buku pengembangan keterampilan interpersonal. Tetapi ini lebih jawaban karena hasil pengalaman dan penerapan diri sendiri. Kenapa sih memiliki karisma itu penting? Jelas penting karena dengan memiliki karisma yang tinggi, omongan kita akan lebih didengar orang, perbuatan kita akan dengan sukarela diikuti orang lain, dan tentu saja dapat memupuk kepercayaan orang itu sendiri. Beda bila kita tidak memiliki karisma sama sekali, maka kita akan menjadi sangat kesulitan untuk meyakinkan orang lain. Jadi, bagaimana cara kita meningkatkan karisma diri kita? Ini yang bisa dilakukan, cukup hanya 30 menit saja.



1. Berlatih Teknik Mirroring
Oke. Ini adalah sebuah teknik yang sering Kak Arry pakai jika berbicara dengan klien penting. Teknik Mirroring adalah bagaimana kita mencoba 'berkaca' kepada orang lain. Maksudnya? Ketika kita berhadapan dengan orang, maka kita berusaha menyamakan ekspresi wajah, gerakan, bahasa tubuh, posisi, dan lain sebagainya. Sebagai contoh yang mudah, jika bertemu orang yang antusias dan senang berbicara maka kita timpali juga dengan pembicaraan yang menggairahkan. Jika kita sedang berbicara dengan orang yang duduk, maka kita juga harus ikut duduk. Hal yang seperti ini membuat orang merasa nyaman dan meningkatkan karisma kita dengan cukup tinggi.

2. Mengingat Nama Orang dan Menyebutnya
Saya seirngkali untuk fokus kepada nama orang saat baru pertama kali mengenal orang itu. Mengapa seperti itu? Karena memang orang merasa senang jika namanya disebut. Kita memperhatikan mereka! Maka, saya seringkali ketika pertama ketemu orang mengingat namanya dan sebisa mungkin jangan sampai lupa. Metode ini cukup berhasil saat saya dipanggil untuk memegang posisi penting di berbagai institusi atau lembaga yang bahkan sebelumnya saya tidak mengenal seorang pun di sana. Beberapa masukan dari staf yang saya pimpin mengatakan dengan mengingat nama mereka, saya dianggap pemimpin yang efektif. Cobalah. :)

3. Menjadi Pendengar yang Baik
Pepatah mengatakan Allah menciptakan kita dengan dua telinga dan satu mulut agar kita lebih banyak untuk mendengar daripada berbicara. Seorang sahabat saya, Mimi bahkan pernah bertanya kepada saya, "Apa satu sifat dasar seseorang yang sangat penting tapi nyaris tidak ditemui sama sekali di lingkungan kita?" Saya bingung menjawabnya, dan ternyata menurut Mimi adalah menjadi seorang pendengar yang baik. Menjadi seorang pendengar yang baik, bukan hanya mendengarkan tetapi melepaskan "keakuan" dalam pembicaraan. Cobalah sesekali mengurangi kata 'aku, atau saya', kecuali memang kita harus mengeluarkannya.

4. Tersenyum dan Selalu Ceria
Berdasarkan pengalaman, saya mempercayai bahwa yang namanya energi itu akan menular. Jika dalam diri kita memancar energi positif, maka akan menular menjadi kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya. Hal yang sebaliknya juga berlaku demikian. Nah, ketika kita bisa memilih, tentu akan lebih menyenangkan jika berbagi senyum dan keceriaan kan? Toh, kitalah pemilik remote control untuk wajah dan perasaan kita. Dengan selalu memberikan semangat, antusias, dan wajah yang selalu ceria akan mampu memberikan keceriaan kepada orang lain dan meningkatkan keceriaan kita juga. Orang juga akan melihat kita sebagai orang yang menikmati hidup dan percaya diri.

5. Lakukan Apa yang Dikatakan, Katakan Apa yang Dilakukan
Ini juga prinsip penting untuk membangun karisma yang baik. Kita mungkin biasa menyebutnya dengan integritas. Melakukan apa yang kita katakan dan juga mengatakan apa yang kita lakukan. Cobalah melakukan hal yang berseberangan. Melakukan apa yang justru kita larang, maka itu akan sangat menjatuhkan diri kita. Maka cobalah membangun karakter kita dengan lebih baik dan biasakan hati-hati dalam berkata dan berbuat.

6. Memperhatikan Penampilan
Dalam kelas keterampilan personal yang diajarkan oleh salah satu dosen yang paling saya kagumi, Pak Akhmad Hidayatno (padahal baru 2 pertemuan kuliah), mengajarkan pentingnya untuk membentuk citra diri kita dalam berhubungan dengan orang lain. Jangan sampai citra diri yang kita maksud ternyata berbeda dengan apa yang ditangkap orang. Misalnya kita merasa bahwa kita adalah orang yang PD, tetapi ternyata orang lain menangkap kita sebagai seorang yang minder. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memperhatikan penampilan. Tata cara berpakaian, wewangian, dresscode, aksesoris yang digunakan, haruslah memberikan kesan dan makna yang sama dengan apa yang kita citrakan dan ditangkap orang. Penampilan memang bukan segalanya, tetapi saya banyak menemukan orang ditolak dan dilecehkan karena masalah penampilan. Segalanya berawal dari penampilan Anda.

Mungkin itu tips yang bisa Kak Arry berikan saat ini. Kalau misalnya ingin membaca buku yang lebih dalam, saya rekomendasikan membaca buku How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie. Beberapa poin di atas juga diambil dari buku itu yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meningkatkan karisma ini membutuhkan latihan yang lumayan sabar. Untuk mempelajarinya butuh 30 menit atau kurang, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengaplikasikannya. Semoga bermanfaat untuk Anda yang sedang meningkatkan karisma dirinya.

Salam CerdasMulia!


Arry Rahmawan, adalah Inspirator CerdasMulia,  Direktur Penerbit Granada, wakil ketua Center for Entrepreneurship Development and Studies Universitas Indonesia, sekaligus praktisi pengembangan SDM. Telah mengantongi ribuan jam terbang sebagai pembicara, motivator, dan konsultan khususnya untuk pelajar dan mahasiswa. Direktur Pengembangan Bisnis Permata CerdasMulia Indonesia ini dapat dihubungi via email di arry.rahmawan@gmail.com atau follow twitternya di @arry2201

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan Blog Kak Arry sebagai sumbernya