10 Maret 2012 | By: Arry Rahmawan

Social Networking vs Productivity

Di era informasi global seperti sekarang ini, penemuan-penemuan baru dalam dunia social networking benar-benar semakin beragam dan menjanjikan kecepatan yang sangat tinggi. Penemuan situs sosial seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn semakin memperkuat pernyataan tersebut. Tetapi ternyata penemuan alat untuk membantu menjalin relasi itu disinyalir 'merusak' produktivitas (khususnya generasi muda) untuk menghasilkan dan menciptakan suatu karya. Apakah memang benar demikian? Lantas bagaimana caranya menjadikan tools social networking ini justru mendukung dan memperkuat produktivitas diri kita?


Mengingat Kembali Produktivitas
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan produktivitas itu? Kalau disederhanakan, maka yang dinamakan produktivitas adalah sebuah besaran output/input. Misalkan kita menggunakan istilah output itu sebagai karya dan inputnya adalah waktu. Semakin banyak karya yang dihasilkan, namun sedikit waktu yang dibutuhkan maka bisa dibilang produktivitasnya sangat tinggi. Hal ini berlaku sebaliknya. Jika kita sedikit menghasilkan karya namun justru banyak sekali waktu yang dihabiskan di dalamnya, maka berarti produktivitas diri kita amat sangat rendah.

Jadi, jika disimpulkan adalah untuk melihat produktivitas yang paling mudah berarti seberapa banyak value yang diciptakan dan berapa lama waktu yang dihabiskan untuk menciptakan value tersebut? Ingat bahwa sesungguhnya produktif itu bukan hanya sekedar sibuk. Produktif itu adalah menghasilkan sesuatu.

Social Network for Productivity
Sebenarnya penemuan social networking seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan banyak aplikasi lainnya dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan menghemat banyak waktu. Beberapa contoh di antaranya bagaimana menggunakan social networking untuk tetap menjadi produktif antara lain:

1. Penggunaan untuk Pengembangan Diri
Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan diri via social networking adalah dengan menjadi teman atau follower dari orang-orang yang sudah sukses dan memiliki pengaruh luar biasa dalam pengembangan diri. Bayangkan diri kita bisa terkoneksi secara mudah, gratis, dan cepat! Maka pertanyaannya, berapa tokoh besar dan berpengaruh yang Anda follow atau menjadi teman dalam akun Facebook Anda? Atau justru di dalamnya adalah kumpulan orang galau dan (maaf) alay yang hanya sekedar ingin eksis? Rethinking about your productivity, bisakan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang yang produktif pula.

2. Membangun Kredibilitas dan Akuntabilitas
Are you an expert in something? Let us know about that! Social Networking bisa digunakan untuk mengukuhkan citra diri dan kapasitas Anda sebagai seorang ekspert. Saya mendapatkan banyak pelajaran saat menjadi panitia perekrutan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, akhirnya sampailah 3 nama yang menjadi kandidat kuat untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Setelah wawancara, saya disuruh untuk melakukan browsing pada rekam jejak social networking mereka dan mendapatkan hal yang mengagetkan ketika ada seorang kandidat yang akhirnya direkrut karena dari rekam jejak social networkingnya sangat menginspirasi orang untuk berprestasi. Sementara rekam jejak social networking peserta yang lain hanya berisi curhatan dan 'kegalauan' masa muda. Jadi, hati-hati terhadap status-status facebook atau tweet-tweet Anda. Rethinking about your productivity, post only a valueable words.

3. Membangun Komunitas dan Bertemu Profesional
Saya sangat suka dengan aplikasi semaca LinkedIn. Social Network yang satu ini mampu mempertemukan kita dengan orang-orang profesional muda yang tentunya jauh lebih hebat dan berpengalaman yang memiliki satu passion atau satu bidang kerja. Ini memudahkan kita untuk dapat membangun komunitas dan bertemu dengan profesional yang sebidang. Artinya, kita benar-benar memanfaatkan social networking menuju pembentukan jaringan secara fisik! Bahkan Kak Arry sendiri sering menggagas sebuah komunitas yang diawali dari sebuah facebook. Seperti Official Group FTUI, Komunitas Siswa Hebat Indonesia, dan Komunitas Orang-Orang Sangat Kreatif yang akhirnya mempertemukan Kak Arry dengan banyak orang hebat dan benar-benar bisa membentuk jaringan fisik dan nyata. Rethinking About your productivity. Don't use social network application if you don't have interest to expand your physical networking.


4. Menciptakan Peluang dan Mengundang Rezeki
Berapa total pengguna Facebook, Twitter, dan LinkedIn? Ini Kak Arry juga baru menyebut 3 social network, belum ratusan aplikasi lainnya. Jika ada jutaan, puluhan, bahkan ratusan juta orang yang menggunakannya, bukankah itu justru akan menciptakan sebuah peluang dan mengundang rezeki untuk datang kepada kita? Buatlah sebuah branding yang catchy kemudian sebarkan melalui aktivitas social networking Anda. Tetapi ini bukan spamming loh maksudnya. Banyak sekali komunitas-komunitas di social network yang memang khusus untuk pengembangan usaha dan sosialisasi produk yang dimiliki. Rethingking About your productivity. Use Social Networking to Boost your customers and sales.


5. Berbagi Inspirasi untuk Berkarya
Bayangkan dengan sebuah karya kecil, kita bisa menginspirasi orang lain untuk berkarya juga. Kemudian karya orang lain tersebut menginspirasi orang yang lainnya lagi untuk berkarya, begitu terus dan seterusnya. Di mana tempat yang paling memungkinkan terjadinya hal tersebut? Yaitu di social networking! Sebarkan gagasan inspiratif dan value-value Anda. Berbagilah hal-hal yang bermanfat dan kalau bisa menginspirasi yang lain untuk berbagi manfaat pula. Rethinking About your Productivity, Use Social Networking to Inspiring People.


Jebakan Social Networking
Sayangnya banyak sekali dari kita sebagai pengguna social networking yang benar-benar terjebak dalam jebakan penghancur produktivitas. Ingat inti dari produktivitas adalah berapa value yang bisa Anda hasilkan dalam satuan waktu tertentu. Banyak saat ini yang menggunakan media Social Networking hanya untuk berbagi status-status yang tidak penting, marah-marah tidak jelas (what's the value?), berbagi foto narsis, bolak balik ganti foto, membuat status galau, chatting yang tidak jelas rimbanya, browsing status orang yang tidak direncanakan, dan lain sebagainya. Rethinking Your Productivity: Don't Let Social Networking Waste Your PRECIOUS TIME!


Semoga ulasan kali ini bermanfaat. Merasa ada yang kurang dan ingin ditambahkan? Silakan langsung saja isi kotak komentar di bawah ya.

Salam CerdasMulia! :)



Arry Rahmawan, adalah Inspirator CerdasMulia,  Direktur Penerbit Granada, wakil ketua Center for Entrepreneurship Development and Studies Universitas Indonesia, sekaligus praktisi pengembangan SDM. Telah mengantongi ribuan jam terbang sebagai pembicara, motivator, dan konsultan khususnya untuk pelajar dan mahasiswa. Direktur Pengembangan Bisnis Permata CerdasMulia Indonesia ini dapat dihubungi via email di arry.rahmawan@gmail.com atau follow twitternya di @arry2201

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan Blog Kak Arry sebagai sumbernya