4 Maret 2012 | By: Arry Rahmawan

7 Habits of Unhappy People

Are you happy now? Are you live your life happier? Mungkin untuk menjawab pertanyaan tersebut kita bisa merenung dan benar-benar berpikir. Apakah memang benar saya selama ini sudah menjalankan hidup dengan kebahagiaan? Apakah saya sudah menjalankan kehidupan dengan senang? Atau saya termasuk salah satu dari banyak orang yang menjalankan hidupnya dengan ketidakbahagiaan? Berikut ini adalah 7 habits of unhappy people, 7 macam kebiasaan yang paling sering ditemukan pada diri orang-orang yang tidak bahagia. Berdasarkan versi Prinsip CerdasMulia™, inilah ketujuh kebiasaan yang sering dilakukan mereka yang tidak bahagia.


1. Selalu Mengejar Kesempurnaan
Tidak ada yang salah dengan mengejar kesempurnaan, tetapi seringkali orang yang mengejar kesempurnaan menaruh kebahagiaan hidupnya pada kesempurnaan itu. Sehingga, selama kesempurnaan itu belum dicapai maka dirinya tidak dapat bahagia. Sementara ketika kesempurnaan itu sudah dicapai, dia hanya merasakan kebahagiaannya sebentar saja karena sibuk mengejar kesempurnaan selanjutnya. Tips untuk lebih bahagia bukanlah mencapai kesempurnaan, tetapi be the best version of you dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.

2. Membanding-Bandingkan Hidup dengan Orang Lain
Membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain adakalanya malah membuat hidup susah untuk dinikmati karena kita tidak pernah merasa puas dan selalu menetapkan standar sesuai dengan standar dari orang lain. Ini berbeda dengan menjadikan orang lain sebagai role-model. Membanding-bandingkan hidup dengan orang lain maksudnya adalah selalu merasa iri terhadap hidup orang lain.

3. Sering Bergaul dengan Lingkungan Negatif
Mereka yang tidak bahagia seringkali bergaul dengan mereka yang negatif dan tidak bahagia pula. Jika membaca buku lebih suka membaca buku-buku negatif, jika menonton TV atau radio lebih sering menerima informasi negatif, begitu pula jika bergaul dan memilih teman maka lebih senang bergaul dengan mereka yang negatif.

4. Terjebak di Masa Lalu; Tidak Menikmati Hidup Saat Ini
Banyak dari mereka yang terjebak dalam masa lalu. Merasa diri ini menjadi seorang yang gagal dan selalu menghubungkan hidup saat ini dengan kegagalan masa lalu mereka. Padahal, tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah feedback bahwa apa yang dilakukan masih perlu diperbaiki. Masa lalu adalah pelajaran, sementara masa kini adalah hari yang baru, spirit yang baru, dan untuk menggoreskan tinta sejarah-sejarah baru. Enjoy your life and make your life happy.


5. Berfokus pada Masalah dan Hal Negatif
Kebiasaan selanjutnya yang membuat orang sulit untuk bahagia adalah karena seringkali berfokus pada masalah. Selalu berfokus pada kata 'mengapa, mengapa, dan kenapa?'. Tidak berfokus pada solusi yang lebih identik dengan 'bagaimana, bagaimana, dan bagaimana?'. Berfokus pada masalah dan hal negatif akan menjadi sangat berbahaya jika larut terlalu dalam karena selain membuat diri tidak  bahagia kita juga tidak menciptakan produktivitas apapun.

6. Berprasangka Negatif Terhadap Orang Lain
Kekuatan prasangka dapat mengubah sikap dan perilaku. Mereka yang berprasangka negatif dapat dengan mudah ditebak akan menjadi lebuh sulit untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Padahal, kita memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur prasangka dan pikiran kita terhadap orang lain. Mengapa harus negatif jika bisa berprasangka positif?

7. Tidak Mensyukuri Hidup
Cara mencapai kebahagiaan hidup yang paling mudah adalah dengan mensyukuri hidup, dan kebiasaan inilah yang tidak dimiliki oleh unhappy people. Bayangkan ketika kita bangun tidur, kita mendapatkan nikmat kesehatan untuk menorehkan karya terbaik di hari itu. Cuma seringkali kita lupa untuk bersyukur sehingga sulit untuk mencapai bahagia. Cobalah untuk mensyukuri mulai dari yang kecil, seperti nikmat sehat, nikmat harta, nikmat makanan, dan hal-hal kecil lain di sekitar hidup kita.

Arry Rahmawan, adalah Inspirator CerdasMulia,  Direktur Penerbit Granada, wakil ketua Center for Entrepreneurship Development and Studies Universitas Indonesia, sekaligus praktisi pengembangan SDM. Telah mengantongi ribuan jam terbang sebagai pembicara, motivator, dan konsultan khususnya untuk pelajar dan mahasiswa. Direktur Pengembangan Bisnis Permata CerdasMulia Indonesia ini dapat dihubungi via email di arry.rahmawan@gmail.com atau follow twitternya di @arry2201

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan Blog Kak Arry sebagai sumbernya