18 Maret 2012 | By: Arry Rahmawan

5 Prinsip Mengatur Waktu dengan Cerdas


“Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? "
(Helvy Tiana Rosa) 
Siapa bilang kalau mengatur waktu itu sulit? Sebenarnya tidak sulit sama sekali, hanya saja tidak mudah (lho?). Iya, karena mengatur waktu itu memerlukan latihan dan merupakan kebiasaan. Jadi, kalau kita saat ini merasa kesulitan mengatur waktu, itu memang karena kita memiliki kebiasaan-kebiasaan yang membuat waktu kita jadi tidak produktif. Terus, bagaimana dong caranya agar bisa mengatur waktu?


1. Biasakan Sesuai dengan Prioritas
Pernahkah kamu merasa bahwa ada buaaanyaaaak sekali hal-hal yang sepertinya harus dilakukan? Nah, jangan pusing dan dipkirin lama-lama, lebih baik segera kerjakan saja (karena kalau cuma dipikirkan akhirnya ga selesai-selesai kan? Hehe...). Nah, kalau kamu merasa ada banyak sekali kegiatan, cobalah untukmengambil secarik kertas kemudian tuliskan daftar kegiatan yang harus kamu lakukan. Terus, beri tanda sesuai prioritasnya, apakah A, B, C, atau D. A itu paling penting dan mendesak sampai D yang paling tidak penting dan tidak mendesak. Nah, setelah itu langsung kerjakan! Ciaaaaaat....


2. Lakukan Sekarang Juga! Menunda = End!
Mengatur waktu itu sebenarnya tidak perlu kebanyakan teori! Yang paling penting adalah: ACTION! Kerjakan saat itu juga. Kamu mau menulis sebanyak apapun kegiatan tetapi kalau tidak dilaksanakan alias menunda alias malas, maka hancurlah pengaturan waktu yang sudah kamu lakukan. Jadi, langsung lakukan! Oke?

3. Jadikan Waktumu Fleksibel
Sepertinya mudah saja, cukup menuliskan, melakukan, kemudian selesai semuanya. Tapi coba deh kamu perhatikan keseharian kamu, bahwa sesungguhnya waktu itu sangatlah fleksibel! Jangan pernah kamu terpaku bahwa hari itu seluruh to-do-list kamu harus selesai. Kenyataannya, terkadang banyak hal yang masuk secara tiba-tiba di tengah jalan dan kemudian menjadi prioritas yang terpenting pula. Makanya, jadikan waktumu fleksibel, tetapi pastikan bahwa setiap detik waktumu itu berguna dan bermanfaat.

4. Lihat Waktu Luangmu!
Anggaplah semua kewajiban sudah dilaksanakan, tugas, pekerjaan, ataupun itu dan sekarang adalah memanfaatkan waktu luang! Nah, coba kamu identifikasikan waktu-waktu luang yang kamu miliki. Kemudian alokasikan waktu itu untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti: Waktu untuk keluarga, sahabat, pengembangan diri (membaca buku, menulis, belajar, kursus), rekreasi/jalan-jalan (ini penting lho), dan lain sebagainya. Intinya, waktu luangmu harus diisi dengan berbagai kegiatan bermafaat ya.

5. Sesuaikan dengan Cita-Cita dan Tujuan Hidup
Dasar dari mengatur waktu yang paling utama adalah kamu mengetahui apa sebenarnya tujuan hidup kamu. Dengan begitu, kamu akan mudah mengatur alokasi waktu untuk ini dan itu. Dengan memiliki cita-cita atau mimpi, kamu bisa mengalokasikan banyak waktumu di satu sisi, dan mengurangi waktu hidupmu di sisi yang lain. Misalkan kamu ingin menjadi penghafal Al-Quran, maka alokasikan 1-2 jam di sore hari untuk mengulang dan berlatih hafalan, di sisi lain kamu mengurangi waktumu untuk bermain. Bayangkan bagi mereka yang tidak punya tujuan dan cita-cita, pasti setiap harinya akan terus menggunakan waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat karena tidak tahu ke mana arah hidupnya. 




Oke, sepertinya cukup segini dulu ya. Nantikan tips dan sharing menarik lainnya. salam CerdasMulia! :)

Arry Rahmawan, adalah Inspirator CerdasMulia,  Direktur Penerbit Granada, wakil ketua Center for Entrepreneurship Development and Studies Universitas Indonesia, sekaligus praktisi pengembangan SDM. Telah mengantongi ribuan jam terbang sebagai pembicara, motivator, dan konsultan khususnya untuk pelajar dan mahasiswa. Direktur Pengembangan Bisnis Permata CerdasMulia Indonesia ini dapat dihubungi via email di arry.rahmawan@gmail.com atau follow twitternya di @ArryRahmawan

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan Blog Kak Arry sebagai sumbernya